7 November 2026

Dulu Dianggap Wajib, Kini Mulai Ditinggalkan: Mitos Merawat Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui - Kehadiran bayi baru lahir selalu membawa kebahagiaan sekaligus tantangan baru bagi orang tua. Terutama bagi pasangan yang baru pertama kali memiliki anak, berbagai nasihat dari orang tua, kerabat, hingga lingkungan sekitar sering menjadi panduan dalam merawat si kecil.
Mulai dari membedong bayi dengan ketat, menggunakan gurita, memberikan bedak setelah mandi, hingga mengoleskan ramuan tertentu pada tali pusat. Kebiasaan tersebut sudah lama dikenal dan diwariskan dari generasi ke generasi karena dianggap dapat menjaga kesehatan bayi.
Namun, seiring berkembangnya pengetahuan medis, sejumlah kebiasaan lama mulai ditinjau kembali. Beberapa di antaranya ternyata tidak diperlukan, bahkan berpotensi menimbulkan risiko jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat.
Lantas, kebiasaan apa saja yang mulai ditinggalkan dalam perawatan bayi baru lahir? Berikut beberapa hal yang perlu diketahui oleh orang tua masa kini.
1. Bedong Bayi Terlalu Ketat agar Kaki Tidak Bengkok
Membedong bayi merupakan kebiasaan yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Sebagian orang percaya bahwa membungkus tubuh bayi dengan erat dapat membuat kaki tumbuh lurus dan tidak berbentuk O.
Padahal, bentuk kaki bayi yang terlihat sedikit melengkung setelah lahir umumnya merupakan bagian dari perkembangan normal. Bedong yang terlalu ketat, terutama jika kedua kaki dipaksa lurus dan rapat, justru dapat mengganggu perkembangan sendi panggul.
Jika ingin membedong bayi agar lebih nyaman, gunakan kain yang ringan dan tidak terlalu ketat. Pastikan bagian pinggul dan lutut tetap memiliki ruang untuk bergerak. Bayi juga harus selalu ditidurkan dalam posisi telentang. Hentikan bedong ketika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda ingin berguling.
2. Penggunaan Gurita agar Perut Bayi Tidak Buncit
Gurita bayi dahulu sering dianggap sebagai perlengkapan wajib. Banyak yang percaya bahwa benda tersebut dapat menjaga bentuk perut, mengurangi kembung, dan membantu membuat pusar tidak menonjol.
Namun, penggunaan gurita sebenarnya tidak diperlukan untuk menjaga kesehatan bayi. Perut bayi yang terlihat lebih besar dibandingkan bagian tubuh lainnya merupakan hal yang cukup umum.
Penggunaan gurita terlalu ketat juga dapat membatasi gerakan perut dan membuat bayi merasa tidak nyaman. Sebaiknya, pilih pakaian yang longgar, lembut, dan tidak menekan bagian perut.
3. Bedak Tabur Harus Digunakan Setelah Bayi Mandi
Sebagian orang tua masih menganggap bedak tabur sebagai bagian penting dari rutinitas setelah memandikan bayi. Bedak dipercaya dapat membuat kulit lebih kering, harum, dan mencegah iritasi.
Padahal, penggunaan bedak tabur tidak wajib dalam perawatan bayi. Partikel bedak yang beterbangan berisiko terhirup dan masuk ke saluran pernapasan bayi, terutama jika digunakan di sekitar wajah.
Untuk menjaga kulit bayi tetap nyaman, cukup keringkan tubuh dengan handuk lembut dan pastikan lipatan kulit tidak lembap. Jika kulit bayi mengalami kekeringan, gunakan pelembap khusus bayi yang sesuai dengan kondisi kulitnya.
4. Tali Pusat Harus Diolesi Minyak atau Ramuan Tradisional agar Cepat Lepas
Perawatan tali pusat menjadi salah satu hal yang sering menimbulkan perbedaan pendapat dalam keluarga. Ada yang menyarankan penggunaan minyak, bedak, alkohol, kunyit, atau ramuan tradisional agar tali pusat cepat kering dan terlepas.
Namun, anjuran perawatan modern pada umumnya adalah menjaga tali pusat tetap bersih dan kering. Tidak perlu mengoleskan minyak, bedak, atau bahan tradisional tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
Tali pusat akan mengering dan terlepas dengan sendirinya. Jika bagian tersebut menjadi kemerahan, mengeluarkan nanah, berbau tidak sedap, atau disertai demam, bayi perlu segera diperiksa oleh tenaga medis.
5. Bayi Harus Tidur dengan Bantal agar Kepalanya Tidak Peyang
Penggunaan bantal khusus bayi sering dianggap dapat membantu membentuk kepala agar tetap bulat. Bahkan, ada bantal tertentu yang dipasarkan untuk mencegah kepala bayi menjadi datar.
Namun, bayi baru lahir sebenarnya tidak membutuhkan bantal saat tidur. Bantal, guling, boneka, dan selimut longgar di tempat tidur justru dapat meningkatkan risiko tertutupnya saluran pernapasan.
Untuk tidur yang lebih aman, letakkan bayi dalam posisi telentang di atas kasur yang rata dan cukup keras. Pastikan area tidurnya kosong dari benda-benda yang tidak diperlukan.
6. Bayi Perlu Diberi Air Putih agar Tidak Haus
Sebagian orang mungkin merasa bahwa bayi membutuhkan air putih, terutama ketika cuaca panas. Ada pula yang menganggap pemberian sedikit air dapat membantu membersihkan mulut atau melancarkan pencernaan.
Padahal, bayi berusia di bawah enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif tidak memerlukan tambahan air putih, termasuk ketika cuaca sedang panas. ASI sudah menyediakan cairan yang dibutuhkan bayi.
Pemberian air putih terlalu dini dapat mengurangi asupan ASI dan dalam jumlah berlebihan berisiko menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit. Pemberian makanan dan minuman pendamping baru dimulai sesuai usia dan rekomendasi tenaga kesehatan.
7. Bayi Harus Dijemur agar Tidak Kuning
Menjemur bayi pada pagi hari merupakan kebiasaan yang cukup populer. Banyak keluarga percaya bahwa sinar matahari dapat mencegah atau mengatasi penyakit kuning pada bayi baru lahir.
Padahal, penyakit kuning atau jaundice perlu dinilai berdasarkan kondisi bayi dan kadar bilirubin, bukan hanya dari warna kulit yang terlihat. Menjemur bayi bukan pengganti pemeriksaan maupun fototerapi yang mungkin diperlukan.
Jika kulit atau bagian putih mata bayi tampak menguning, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui tingkat bilirubin dan menentukan apakah bayi membutuhkan penanganan khusus.
Dulu Dianggap Wajib, Kini Mulai Ditinggalkan: Mitos Merawat Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui
Merawat bayi baru lahir memang tidak selalu mudah, terlebih ketika orang tua harus menghadapi banyak nasihat dari berbagai generasi. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua kebiasaan yang diwariskan harus terus dilakukan tanpa mempertimbangkan keamanan dan kebutuhan bayi.
Perubahan cara merawat bayi bukan berarti menyalahkan orang tua terdahulu. Mereka tentu melakukan yang terbaik berdasarkan pengetahuan dan informasi yang tersedia pada zamannya. Kini, orang tua memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi kesehatan yang lebih luas dan mengikuti rekomendasi medis yang terus berkembang.
Pada akhirnya, perawatan bayi bukan tentang seberapa banyak perlengkapan yang digunakan atau seberapa banyak tradisi yang diikuti. Hal terpenting adalah memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup, kebersihan yang baik, tidur yang aman, serta perhatian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.
Up_Next
Popular_News