6 November 2026

Kurir 'Sopan' Ini Sempat Berhenti dan Bayar Tol saat Dikerjar Polisi - Aksi kejar-kejaran ini terjadi di Petaling hingga Cyberjaya, Malaysia.
Seorang pria berusia 41 tahun yang bekerja sebagai pengantar makanan diangkap pihak polisi.
Hal ini terjadi usai ia nekat untuk melarikan diri menggunakan Nissan Vanette dan menabrak sejumlah kendaraan disepanjang jalan.
Baca juga : Terjadi Sebuah Fenomena Langka Air Terjun di Langit Brasil
Insiden tersebut bermula saat personel kepolisian yang sedang melakukan patroli rutin melihat pengemudi tersebut menggunakan ponsel saat berkendara di balik kemudi di Jalan Merah Silu, Sri Petaling.
Kelapa Polici Brickfields, Asisten Komisioner Hoo Chang Hook, memberikan penjelasan bahwa kronologi kejadian saat petugas mencoba menghentikan minibus pabrikan Jepang tersebut.
Hoo mengatakan "Bukannya mematuhi arahan untuk berhenti, pengemudi justru melakukan putar balik dan memacu kendaraannya, sehingga memicu anggota polisi untuk melakukan pengejaran,"
Proses pengejaran tersebut berlansung secara drastis dari area Sri Petaling hingga ke jalan tol Maju Expressway (MEX).
Dalam rekaman video yang beradar di media sosial, van tersebut terus melaju menghindari kendaraan patroli polisi di tangen kepadatan lalu lintas.
Menariknya, saat hendak melintasi gerbang tol, pengemudi van perak tersebut sempat berhenti untuk menempelkan kartu pembayaran elektronik (Touch 'n Go) pada mesin pembayaran otomatis.
Namun, tak lama kemudian ia nekat menabrak palang pintu tol setelah petugas kepolisian berusaha mendekat untuk menghentikan kendaraannya.
Pelarian pengemudi van tersebut akhirnya terhenti setelah polisi memotong jalurnya di kawasan Persiaran APEC, Cyberjaya, mengutip CNN ID.
"Pengejaran berlanjut dari Sri Petaling menuju Maju Expressway (MEX) sebelum tersangka akhirnya dicegat di sepanjang Persiaran APEC di Cyberjaya," tuturnya.
Hoo juga menambahkan bahwa kendaraan tersangka sempat menyenggol dan juga menabrak beberapa mobil pengguna jalan lainnya selama aksi kejar-kejaran berlangsung.
Pengendara yang menjadi korban imbas benturan tersebut telah diarahkan untuk membuat laporan polisi secara terpisah.
Hasil penggeledahan di dalam kabin Nissan Vanette tidak menemukan barang bukti terlarang.
Namun, tes urine awal menunjukkan bahwa pengemudi tersebut positid mengonsumsi obat-obatan terlarang jenis metamfetamin.
"Pemeriksaan juga mengungkapkan bahwa tersangka memiliki rekam jejak kriminal yang melibatkan empat pelanggaran narkotika," jelas Hoo.
Kepolisian juga telah menyita unit Nissan Vanette tersebut sebagai barang bukti.
Saat ini kepolisian juga tengah melacak pemilik terdaftar dari kendaraan tersebut guna membantu proses penyidikan lebih lanjut.
Penyelidikan tersebut dilakukan di bawah Pasal 186 KUHP tentang penghalangan pejabat publik dalam menjalankan tugasnya.
Up_Next
Popular_News